Suasana tegang kembali menyelimuti kawasan pesisir Selat Sunda menyusul aktivitas Gunung Anak Krakatau yang terus menunjukkan peningkatan signifikan. Gunung api aktif ini terpantau kerap melontarkan pijaran lava serta abu vulkanik pekat yang membumbung tinggi ke angkasa, disertai suara dentuman yang jelas terdengar hingga ke pemukiman warga di Banten dan Lampung.
Dampak dari erupsi beruntun ini tidak hanya dirasakan di darat, tetapi juga meluas ke sektor transportasi udara. Sebaran abu vulkanik yang terbawa angin ke lapisan atmosfer bagian atas sempat memaksa otoritas terkait untuk memberlakukan pembatasan serta penutupan sementara (aerodrome closed) di sejumlah jalur penerbangan terdekat demi keselamatan armada dan penumpang.
Berdasarkan pantauan citra satelit dan laporan Badan Geologi, hujan abu dilaporkan telah menjangkau sejumlah wilayah, mulai dari pesisir Banten, sebagian Jawa Barat, Lampung, hingga merembes ke Bengkulu. Warga di kawasan wisata seperti Carita kini meningkatkan kewaspadaan harian sambil mengenakan pelindung pernapasan untuk mengantisipasi gangguan kesehatan akibat debu vulkanik.
Poin Penting Situasi Terkini Krakatau:
Status Aktivitas: Berada di Level III (Siaga) dengan pengawasan ketat dari pos pemantau.
Zona Aman: Steril dari aktivitas manusia dalam radius 3 hingga 5 kilometer dari pusat kawah aktif.
Ancaman Fisik: Lontaran batu pijar, hujan abu pekat, potensi aliran lava, serta gas beracun di sekitar kawah.
Antisipasi Kesehatan: Penggunaan masker standar bagi warga yang harus beraktivitas di luar ruangan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus mengingatkan nelayan, pelancong, dan pendaki untuk tidak nekat mendekati zona merah tersebut. Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang, mengabaikan kabar bohong atau hoaks yang kerap beredar mengenai potensi tsunami, serta secara berkala memantau kanal informasi resmi dari BMKG dan BNPB.