Langsung ke konten utama

Ibu Kelinci dan Anaknya



Kelinci dan anaknya tinggal di sebuah bualuang dalam hutan yang rimbun, dan setiap pagi Kelinci berangkat untuk mencari makanan.

Setiap kali dia meninggalkan, dia memberi tahu anaknya: "Jangan pergi ke luar liang hingga saya kembali." Namun, anaknya yang selalu penasaran sering kali melanggar perintah itu.


Suatu hari, tatkala anak Kelinci keluar dan mengeksplorasi sekitar di bawah sinar matahari yang cerah, dia tanpa sengaja tersesat. Dia mencoba berbicara dengan setiap kelinci lainnya yang dia temui, namun tidak ada satu pun yang mengenali liang tempat tinggalnya.


Sementara itu, saat ibunya pulang dan menemukan anaknya hilang, Kelinci segera pergi mencari anaknya. Dia melihat burung-burung yang berteriak dan memanggil burung-burung itu. Namun, burung-burung itu tidak mengenalinya, dan mereka hanya mengibaskan sayap mereka dan mengeluarkan bunyi burung yang menciptakan kegaduhan. Kelinci merasa putus asa dan khawatir tentang keadaan anaknya.


Kelinci yang diliputi rasa cemas itu tiba di liang tempat tinggal keluarganya, dan dia mengamati bahwa anaknya belum kembali. Dia mulai kebingungan dan berpikir tentang tempat yang mungkin dapat ditempati anaknya. Akhirnya, dia memutuskan untuk pergi ke sumber air terdekat dan memanggil anaknya.


Setelah melewatkan waktu yang cukup lama, Kelinci mendengar suara kecil yang memanggil-manggilnya. Dan saat dia mengikuti suara itu, dia menemukan anaknya yang menjawab panggilannya dari seberang sungai. Meskipun anaknya sedikit terluka dan kelaparan, mereka bertemu kembali dengan damai, dikala matahari sudah redup dan waktu untuk pulang.


Kelinci mengambil tangan anaknya dan berkata, "Kamu tidak seharusnya pergi begitu jauh dari rumah tanpa saya di sampingmu. Tapi Hore, akhirnya kita bertemu kembali." Itulah saat-saat paling bahagia dalam keluarga mereka. Mereka belajar dari kesalahannya dan semakin menghargai kedekatan satu sama lain. Hingga saat itu, mereka selalu bersama-sama hanya, terpisah dari hiruk-pikuk hutan.

Kesimpulan:

Moral dari cerita ini adalah tiga hal, yaitu pertama, anak-anak harus selalu mematuhi perintah orang tua mereka; kedua, keluarga adalah yang terbaik dalam mengatasi kesulitan; dan ketiga, kita harus selalu memiliki optimisme sehingga tidak pernah kehilangan harapan ketika menghadapi masalah.

Postingan populer dari blog ini

Penggunaan Rumus di Libre Office Writer

Libre Office Writer merupakan salah satu paket dari Libre Office yang merupakan aplikasi yang digunakan untuk pengetikan tulisan secara digital seperti layaknya menggunakan aplikasi Microsoft Word. Aplikasi ini disajikan gratis untuk Windows, MacOS, dan Linux. Selain sebagai aplikasi pengolah kata, Libre Office writer juga dapat mengolah angka walau tidak sepenuhnya seperti saudaranya yaitu Libre Office Calc.  Pertama membuat table dengan angka, dan kolom paling kanan akan diisi menggunakan rumus. Kedua kita akan menghitung ketiga kolom tersebut menggunakan rumus =sum. Pertama tekan tombol "=" lalu diatas akan muncul menu perhitungan seperti di bawah ini.  Ketiga masukan rumus "SUM" seperti di bawah ini. Dan hasilnya sepeti ini. Untuk daftar rumus yang pernah dicoba: =sum(<A1><C1>) =<B2>/<C2> =10*100 =INT(<B4>/<C4>) Hsilnya seperti ini: Note: sebelumnya saya juga pernah menggunakan rumus average dan ternyata bisa.  Penggunaan rumu...

Cara Mengganti Gambar Pada Image Slider di Slims 9

Slims atau Slims Senayan  adalah aplikasi perpustakaan yang dikjembangkan oleh tim dari Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia ini dibangun dengan menggunakan PHP, basis data MySQL.(Bisa baca lebih lanjut di https://slims.web.id atau disini .

Download Template Kartu Anggota untuk Aplikasi Slims 9 Bulian HuntkuV1

Kartu anggota merupakan kartu penting berisikan identidas diri yang dimiliki oleh angota atau member dalam suatu organisasi atau komunitas dan sebagainya. Fungsi utama dari kartu anggota sebagai bukti kalau seseorang itu bergabung dalam member organisasi atau komunitas.